Nitya Krishinda Maheswari sudah tak asing di dunia bulutangkis. Pemain ganda putri Indonesia yang berpasangan dengan Greysia Polii tersebut kini bertengger di peringkat dua dunia. Di lapangan, Nitya – biasa dia dipanggil, tampil tanpa kompromi dan dikenal memiliki smash tajam. Tapi, di luar lapangan, Nitya adalah sosok yang kalem dan lebih suka berkutat di bidang yang lain. Cukup mengejutkan karena dia ternyata terhitung kutu buku alias hobi membaca. “Saya suka membaca dari dulu. Kalau sudah asyik membaca, rasanya seperti masuk ke dunia lain. Senang saja rasanya, jadi seperti berimajinasi terus,” beber Nitya seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.
Ku persembahkan karya kecil ini untuk Blitar Raya, semoga bermanfaat. Blog ini berisi tentang hal menarik di seputar Blitar Raya. Dengan wilayah 25 kecamatan kabupaten/kota, tentu sangat banyak hal menarik yang bisa dinikmati. Untuk itu karya sederhana ini hadir dan Insya Allah masih terus berkarya, karena masih banyak tentang Blitar Raya yang bisa dituliskan di sini. Tunggu karya berikutnya. AKU BANGGA JADI WONG BLITAR [ocehan si Ndanden]
Jumat, 12 Agustus 2016
Rabu, 10 Agustus 2016
Melaju ke Babak 16, Riau Ega Kalahkan Pemanah Nomor Satu Dunia
Bintang.com, Jakarta Ada kabar baik datang dari Olimpiade 2016 yang sanggup bikin Indonesia berbangga. Atlet panahan putra asal Surabaya, Riau Ega Agatha, baru saja mengalahkan pemanah nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Woo-Jin. Dilansir dari salah satu media nasional, Kim tersingkir dari putaran kedua cabang panahan nomor individual putra di Olimpiade Rio, pada Senin (8/8) waktu setempat.
Senin, 08 Agustus 2016
Sabtu, 06 Agustus 2016
Riau Ega: Dari Sepak Bola, Renang, Panahan, Hingga Olimpiade
Kiprah Riau Ega Agatha Salsabila belakangan ini kian mengilap. Beragam prestasi sukses ditorehkan pemuda berusia 24 tahun asal Blitar Jawa Timur ini di pentas panahan dunia. Teranyar, dia mampu merebut tiket ke Olimpiade 206 di Rio De Janeiro, Brasil, bersama pasangannya di SEA Games 2015, Ika Yuliana Rochmawati.
Kamis, 04 Agustus 2016
Sumber Tretes: Surganya Ikan Air Tawar
Masyarakat setempat menyebut sumber air ini dengan nama Sumber Tretes. Kawasan ini merupakan tempat yang nyaman untuk hidup bagi ikan wader, lele, kuthok, dkk. Oleh masyarakat sekitar ikan air tawar itu dilarang diambil dan dibiarkan hidup alami. Secara tidak langsung larangan masyarakat setempat untuk mengambil ikan dari kawasan sumber air, merupakan salah satu cara agar kelestarian ikan air tawar ini tetap terjaga. Sumber air ini berada di Dusun Pehlumbu, Desa Pagergunung, Kec. Kesamben. Setiap hari masyarakat memanfaatkan kawasan ini untuk sekedar menikmati kesejukan alam, mencari air bersih, hingga mencuci pakaian.
Langganan:
Postingan (Atom)






