Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2014

Kepel, si Manis yang Terlupakan


Buah manis ini sekarang mulai terlupakan dan harganya sangat murah meriah. Memang saat ini orang yang menanam buah ini tidak sebanyak seperti sekitar 10 tahun lalu, karena sudah banyak ditebang pemiliknya. Saat ini, harganya juga sangat murah. Di Pasar Kademangan, buah ini bisa dijual dengan harga Rp 1.500, untuk 10 bijinya. Rasanya yang manis, membuat ketagihan hehehehe. Cara makannya juga harus dibenturkan tembok dulu, agar buah tidak keras dan biji tidak lengket menjadi satu. Dalam buah ini, biasanya terdapat enam biji. Dari sumber id.wikipedia.org disebutkan tumbuhan kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol) adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam.

Kamis, 14 November 2013

Prospek Kakao Menggiurkan


BLITAR – Pangsa pasar kakao yang sangat bagus, dengan peningkatan per tahun yang signifikan, bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Bahkan data terakhir, penyerapan pasar kakao di Indonesia mengalami pertumbuhan sekitar lima persen. Saat ini, di Indonesia kebutuhan kakao tak terhingga, dan produksi di negeri ini masih sekitar 600 ribu ton per tahun. Tentu dengan kondisi tersebut, masih terbuka peluang besar bagi pelaku usaha baru untuk menekuni budidaya Kakao. Untuk wilayah Kabupaten Blitar sendiri, saat ini masih mampu memproduksi sekitar 600 ton per tahun. Produksi itu berasal dari luasan lahan sekitar 3000 hektare, yang menyebar rata di 22 kecamatan. Dengan kemampuan tumbuh di berbagai medan, kesempatan ikut budidaya bahan baku coklat ini masih luas, karena kebutuhan nasional masih tinggi. “Sebab, kakao tidak bisa tumbuh di semua negara. Sementara semua negara membutuhkan kakao,” jelas Ketua Asosiasi Petani Kakao Jawa Timur, Kholid Mustofa.

Minggu, 10 November 2013

Ikan Gurami, Telur Menetas Dapat Duit


BLITAR – Pasar ikan Gurami yang masih luas, membuat budidaya ikan ini dilirik dan diminati pembudidaya di Blitar Raya. Seperti yang digeluti Suprianto, 46, warga Dusun Bakulan, Desa Bendosewu, Kecamatan Talun. Sejak 1995 lalu, pria yang biasa disapa Anto, ini sudah menggeluti budidaya ikan Gurami. Di Blitar sendiri, pembudidaya Gurami ada di beberapa kecamatan, antara lain Talun, Kanigoro, Selopuro, Sutojayan, dan Kademangan. Saat ini, untuk keberlangsungan usahanya, Anto memiliki ikan Gurami indukan sebanyak 180 ekor, yang terdiri dari betina 150 ekor dan jantan 30 ekor.

Senin, 01 Juli 2013

Kenari, Si Mungil yang Bersuara Merdu

 

Kicauan burung mungil bernama Kenari, ternyata banyak menarik masyarakat untuk membudidayakannya. Selain itu, proses budidayanya yang gampang-gampang susah, juga menjadi rasa penasaran tersendiri bagi pembudidaya, Mereka tertantang untuk mengembangbiakkan. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Yayuk Setyaningtyas, 50. Sejak 2010 lalu, perempuan warga Dusun Parakan, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, ini menekuni budidaya burung Kenari.


Jumat, 19 April 2013

Jamur Tiram Semakin Menjamur


BLITAR - Pangsa pasar yang bagus bagi jamur tiram, membuat budidaya jamur ini banyak diminati. Di wilayah Blitar Raya sendiri, budidaya jamur tiram sudah ada di beberapa kecamatan. Antara lain Gandusari, Wlingi, Kademangan, Sutojayan, dan Garum. Salah satunya seperti yang dilakukan Ismail, 55, warga Dusun Manukan, Desa Pojok, Kecamatan Garum ini.

Senin, 01 April 2013

Sejuta Lele ke Luar Pulau

 

BLITAR – Pangsa pasar luar pulau bibit ikan lele yang tinggi, membuat budidaya ikan air tawar ini semakin dilirik para pembudidaya. Tak hanya itu, keuntungan yang didapatkan juga sangat menggiurkan. Meski sudah banyak yang menekuninya, kebutuhan pasar yang tinggi belum mampu dipenuhi. Kesempatan yang masih terbuka lebar, itu setidaknya bisa menjadi peluang untuk membuka usaha baru.

Sabtu, 03 November 2012

Susu Etawa untuk Kesehatan


Susu Etawa untuk Kesehatan

BLITAR – Memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, keberadaan susu kambing etawa dilirik para peternak untuk dibudidayakan. Bagi peternak, kambing etawa atau peranakan etawa (PE) sama-sama memiliki prospek penjualan yang sangat bagus. Selain kualitas susu dibandingkan dengan susu lain, manfaat bagi kesehatan yang ditimbulkan dari efek konsumsi susu etawa, menjadi alasan budidaya kambing dengan postur besar ini.

Jumat, 03 Agustus 2012

Ulat Hongkong, Si Kuning yang Menjanjikan


Si Kuning yang Menjanjikan 

BLITAR – Bagi pencinta burung berkicau, khususnya yang pemakan ulat, tentu tidak asing lagi dengan ulat Hongkong. Meski agak menjijikan, namun ternyata prospek bisnis ulat ini cukup menjanjikan. Bahkan pangsa pasar ulat ini cukup bagus dan luas, mulai Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Inilah yang membuat beberapa warga tertarik untuk membudidayakan ulat dengan nama lain meal worm atau yellow meal worm ini. Seperti yang dilakukan beberapa warga di Kelurahan Satriyan, Kecamatan Kanigoro. Beberapa tahun terakhir, budidaya ulat sudah menjadi salah satu penghasilan yang menjanjikan, khususnya bagi warga yang memahami peluang usaha tersebut. Di kelurahan tersebut setidaknya ada empat warga yang menggantungkan penghasilan dari penjualan hasil budidaya ulat, mulai ternak hingga pengepulan untuk didistribusikan ke beberapa kota di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.