Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Ngisis Hutan Pinus Gogoniti


Tempat wisata Hutan Pinus Gogoniti, ini baru dirintis sekitar dua bulan lalu. Meski masih dalam tahap penyempurnaan, setiap hari kawasan di Lereng Gunung Gogoniti, yang berada di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, ini sudah ramai didatangi pengunjung. Hawa sejuk di antara pohon pinus menjadi salah satu suguhan alam yang ditawarkan. Selain itu, juga ada ranjang gantung yang ada di beberapa titik dan gardu pandang untuk menikmati pemandangan di sekitarnya. Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dari pertigaan barat SPBU Kesamben, silakan ke utara menyusuri Desa Pagerwojo, Desa Tepas dan kemudian Desa Kemirigede. Dari pertigaan masjid desa, silakan masuk ke kiri dan papan petunjuk sudah ada hingga mencapai lokasi. Jarak dari Kesamben sekitar 11 km dan bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Saat ini, tiket masuk masih gratis dan hanya cukup memasukkan dana parkir sukarela.



Kamis, 08 Oktober 2015

Mblasak Petilasan Dewi Kilisuci (Gunung Pegat)


Gunung Pegat membelah wilayah Kecamatan Ponggok dan Srengat, karena bentuknya memang memanjang dari timur ke barat. Banyak jalur pendakian yang bisa dinikmati, mulai ujung timur di Desa Ponggok, hingga ujung barat di Kelurahan Srengat. Salah satunya yang menarik adalah jalur pendakian dari Desa Kawedusan (Ponggok), yang bisa ditempuh dari perkampungan sekitar 30-45 menit menuju puncak gunung. Selain pemandangan dari atas wilayah Ponggok dan Srengat, di atas puncak juga terdapat situs peninggalan purbakala. Reruntuhan yang diperkirakan berasal dari zaman Kerajaan Kadiri, ini dikenal sebagai petilasan Dewi Kilisuci, ketika bertapa di atas gunung. Namun sayang, reruntuhan yang didominasi batuan andesit itu tidak dirawat dengan baik. Terbukti, semak belukar dan sampah berserakan di lokasi bersejarah tersebut. Padahal, selain batu andesit penyusun candi, masih bisa ditemui yoni, umpak, kala, dan batu bata ukuran besar. Jika bisa dimanfaatkan dengan baik, Gunung Pegat bisa dijadikan objek wisata alam dan wisata sejarah dalam satu paket. Kini, tinggal kesadaran pihak terkait untuk memanfaatkan potensi yang sudah ada, entah dikelola secara swadaya atau dukungan penuh pemerintah.

Selasa, 28 Oktober 2014

Gunung Kelud jalur pendakian Gandusari


Setelah Gunung Kelud meletus Kamis malam, 13 Februari 2014 lalu, kini banyak yang penasaran untuk melihat kondisi kawah Kelud setelah letusan. Salah satu jalur pendakian yang menjadi favorit adalah dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. Titik awal jalur pendakian ini berjarak sekitar 14 km ke arah utara dari Wlingi. Petunjuk paling mudah adalah dari pertigaan masjid Desa Tulungrejo masuk ke barat dan belok ke utara mengikuti jalan desa hingga rumah penduduk yang paling ujung. Perjalanan awal ini bisa ditempuh dengan sepeda motor, mobil, hingga truk. Selanjutnya kendaraan dititipkan di salah satu rumah penduduk.

Senin, 24 Maret 2014

Ngluyur neng Tower Kampunganyar, Sumberasri


Gardu pandang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tower Kampunganyar, di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, ini cukup dikenal masyarakat, terutama warga di wilayah Blitar Utara. Lokasinya berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Kelud. Pada akhir pekan, sering menjadi jujugan untuk refreshing, baik muda-muda yang ingin bermain dengan teman-temannya maupun para pecinta gowes Blitar dan sekitarnya. Dari permukiman warga, lokasi ini berjarak sekitar 1 kilometer. Untuk mencapai lokasi ini bisa melalui pertigaan Patung Garuda, dekat Kantor Kepala Desa Sumberasri, ke kanan. Atau melalui jalan pintas melalui Dusun Pacuh, Desa Penataran, dan melalui Perkebunan Gambaranyar. Dari pusat Kota Blitar, berjarak sekitar 15 kilometer.

Minggu, 23 Maret 2014

Subhanallah, nginceng Gunung Kelud teko Kali Bladak


Memang keindahan alam di Blitar tidak ada habis. Sungai Bladak atau Kali Bladak yang berada di perbatasan Desa Penataran, dengan Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, ini salah satunya. Hamparan pemandangan sungai dengan stok pasir yang melimpah dan hijaunya hutan di lereng Gunung Kelud, membuat segar pandangan setiap orang yang melintas. Untuk menuju lokasi ini tidaklah sulit, dari Kota Blitar langsung menuju ke utara sekitar 10 kilometer searah dengan Candi Penataran. Setelah tiba di Kantor Kepala Desa Penataran, atau sebelum gapura masuk Candi Penataran sebelah timur, silakan belok kanan menuju Dusun Pacuh, Desa Penataran. Perjalanan sekilah 7 kilometer sudah sampai di lokasi yang merupakan lokasi penambangan pasir sungai. Dalam perjalanan menuju lokasi juga melintasi Wisata Alam Paco (WAP), di Dusun Pacuh. Setelah ceprat-cepret langsung melaju ke lokasi gardu pandang atau tower Kampunganyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok.

Minggu, 02 Maret 2014

Subhanallah, Nginceng Gunung Kelud


Setelah letusan Gunung Kelud, 13 Februari lalu, kawasan sekitar gunung ini menjadi tempat wisata baru. Beberapa minggu terakhir, ratusan warga banyak yang mendatangi lereng-lereng Gunung Kelud. Salah satunya yang berada di kawasan Gunung Gedang, Kecamatan Gandusari. Di lokasi ini, warga ingin melihat beberapa objek wisata yang mendadak ramai setelah letusan. Diantaranya adalah Patung Lembu Suro, Patung Mahesa Suro, dan kawasan lereng gunung yang terbakar akibat letusan. Untuk menuju lokasi ini ada beberapa akses di Kecamatan Gandusari, seperti dari Desa Gadungan, Desa Sukosewu, dan Desa Sumberagung. Dari desa tersebut, untuk menuju lokasi wisata ini berjarak sekitar 13-15 kilometer. Medan yang cukup sulit melintasi perkebunan, tak membuat ratusan warga menyerah untuk mencapai lereng Gunung Kelud. Yang perlu diperhatikan, meski saat ini status Gunung Kelud, sudah menurun warga harus tetap waspada.

Sabtu, 01 Maret 2014

Alhamdulillah, Kelud Semakin Membaik

Sumber:  http://www.vsi.esdm.go.id/

Penurunan Status G. Kelud Dari Siaga (level III) Menjadi Waspada (level II), 28 Februari 2014

Bersama ini dengan hormat disampaikan tentang perkembangan kegiatan G. Kelud di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Provinsi Jawa Timur.

I. PENDAHULUAN
Gunungapi Kelud berbentuk strato, secara administratif terletak di tiga Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan secara geografis terletak pada posisi 7º 56’ 00” LS, 112º 18’ 30” BT dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas terakhir terjadi pada tahun 2007 diawali dengan peningkatan aktivitas kegempaan dan diakhiri dengan erupsi efusif pada tanggal 3-4 November 2007 berupa kubah lava ditengah danau kawah dengan volume kubah sebesar 16,2 jt m3.

Jumat, 14 Februari 2014

Subhanallah Kelud Meletus


Subhanallah, Gunung Kelud meletus. Semoga semua warga yang ada di sekitarnya diberikan keselamatan. Gunung yang berada di bagian Utara Kabupaten Blitar, ini meletus pada Kamis, 13 Februari 2014 sekitar pukul 22.50. Yakni hanya berselang 1 jam 35 menit dari penetapan statusnya yang meningkat dari Siaga (level III) menjadi Awas (level IV), sekitar pukul 21.15. Foto-foto diambil dari Kampung Barurejo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, pada Jumat, 14 Februari 2014 pukul 00.39. Dari kampung ini meletusnya Gunung Kelud terlihat dengan jelas, yakni awan panas yang disertai kilat-kilat saling bersautan. Malam itu, dampak letusan berupa hujan kerikil hingga sebesar kepalan anak kecil, terjadi sekitar pukul 00.30 hingga 01.30. Radius dari kawah Gunung Kelud sekitar 10-15 km.

Rabu, 12 Februari 2014

Kelud Kondisimu Kini, Siaga (Level 3)

foto rekam cctv Gn. Kelud 12 Februari 2014 pkl 18.07.30
sumbere: http://www.vsi.esdm.go.id/
foto rekam cctv Gn. Kelud 12 Februari 2014 pkl 17.19.25

Senin, 10 Februari 2014

Semoga Gunung Kelud Tetap Bersahabat


Sumber: http://www.vsi.esdm.go.id/

Peningkatan Status G. Kelud Dari Waspada (level II) Menjadi Siaga (level III), 10 Februari 2014

I. Pendahuluan
Gunungapi Kelud berbentuk strato, secara administratif terletak di tiga Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan secara geografis terletak pada posisi 7º 56’ 00” LS, 112º 18’ 30” BT dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas terakhir terjadi pada tahun 2007 diawali dengan peningkatan aktivitas kegempaan dan diakhiri dengan erupsi efusif pada tanggal 3-4 November 2007 berupa kubah lava ditengah danau kawah.
Peningkatan jumlah kegempaan teramati sejak bulan Januari 2014, yang didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Vulkanik Dalam (VA). Berdasarkan peningkatan kegempaan vulkanik yang cukup signifikan tersebut, status G. Kelud dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) pada tanggal 2 Februari 2014.

Senin, 03 Februari 2014

Semoga Gunung Kelud & sekitarnya tetap aman

foto diambil 12 Agustus 2013, pkl. 17.53 WIB

Peningkatan Status G. Kelud Dari Normal Menjadi Waspada, 2 Februari 2014

Bersama ini dengan hormat disampaikan tentang perkembangan kegiatan G. Kelud di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Provinsi Jawa Timur.

I. pendahuluan

Gunungapi Kelud berbentuk strato, secara administratif terletak di tiga Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan secara geografis terletak pada posisi 7º 56’ 00” LS, 112º 18’ 30” BT dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas terakhir terjadi pada tahun 2007 diawali dengan peningkatan aktivitas kegempaan dan diakhiri dengan erupsi efusif pada tanggal 3-4 November 2007 berupa kubah lava ditengah danau kawah.

Jumat, 27 Januari 2012

Gunung Pegat


Gunung Pegat

Lewat sisi utara gunung yang membelah Kecamatan Ponggok dengan Srengat jadi ingat zaman SMA 2000-an. Hahahaha,.,pegunungan yang memanjang dari barat ke timur itu pernah menjadi tempat menghabiskan malam bersama. Meski bukan dingin yang didapatkan, namun pemandangan malam hari dari atas gunung ini sangat menarik. Melihat sisi utara ada jalan beraspal di Desa Langon, Kecamatan Ponggok. Lampu sepeda motor pada malam hari menjadi hiburan tersendiri, dua sepeda motor yang tak sadar dilihat dari atas gunung itu menjadi bahan taruhan. Siapa yang paling depan mencapai tikungan. Hehehehe,.,. Tapi awasss nyamukk,.,ya