Peletakan Gong Perdamaian Dunia atau World Peace Gong, di kawasan Makam Bung Karno (MBK), bisa menjadi penanda dan doa agar kawasan Blitar Raya dan seluruh dunia bisa terjaga kedamaiannya. Blitar merupakan salah satu tempat yang beruntung bisa menjadi lokasi pembangunan monumen, ini. Semoga dengan tetenger, ini muncul semangat perdamaian dari masyarakat Blitar Raya dan menular kepada seluruh masyarakat dunia, agar tidak ada lagi kekerasan, konflik, dan apapun itu namanya yang merusak perdamaian di atas bumi. Aamiin.
Ku persembahkan karya kecil ini untuk Blitar Raya, semoga bermanfaat. Blog ini berisi tentang hal menarik di seputar Blitar Raya. Dengan wilayah 25 kecamatan kabupaten/kota, tentu sangat banyak hal menarik yang bisa dinikmati. Untuk itu karya sederhana ini hadir dan Insya Allah masih terus berkarya, karena masih banyak tentang Blitar Raya yang bisa dituliskan di sini. Tunggu karya berikutnya. AKU BANGGA JADI WONG BLITAR [ocehan si Ndanden]
Tampilkan postingan dengan label monumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monumen. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 April 2015
Sabtu, 21 Maret 2015
Monumen Trisula, Kenang Operasi 1968 di Blitar Selatan
Tahu sejarah dan mengenang perjuangan Operasi Trisula pada 1968, di Monumen Trisula, Desa/Kecamatan Bakung. Banyak pengetahuan yang bisa didapatkan pengunjung di monumen yang berjarak sekitar 23 km, dari Jembatan Trisula (Kademangan). Mulai monumen peringatan, para pahlawan yang gugur pada 1968, pembangunan monumen pada 1972, hingga kegiatan yang berhubungan dengan Monumen Trisula, lainnya. Digencarkannya Operasi Trisula di Blitar Selatan, terjadi pasca gejolak politik di Indonesia, pada 1965.
Kamis, 11 Desember 2014
40 Tahun Musibah Kolombo 1974 (Syuhada Haji)
Oleh Jafar Sidik
Rabu usai waktu Isya, 4 Desember 1974, 111 warga Blitar, 16 orang
dari Lamongan, 50 warga asal Sulawesi Selatan, 2 orang penduduk kota
Surabaya, dan 3 dari Kalimantan Timur, terbang dari Bandara Djuanda,
Surabaya. Tujuan terakhir mereka adalah Mekah, tetapi pesawat mesti singgah
dulu di Srilangka karena harus mengisi dulu bahan bakar. Mereka hendak
menunaikan rukun Islam yang kelima, haji. Saat itu tak ada penerbangan langsung ke Mekah, sementara Garuda
Indonesia Airways harus mencarter maskapai lain karena armada kurang.
Selasa, 11 September 2012
Monumen Ngeni,.kinyis-kinyis
Monumen Ngeni
Tugu peringatan pelacakan AMPI Route Operasi Trisula ke II dan Surat Perintah Sebelas Maret 1984, pelaksana LKMD. Diresmikan pada tanggal 21 April 1984 oleh CT Kepala Desa Ngeni Moesnal. Tugu ini berada di simpang tiga Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, atau tepatnya berada di kawasan Pasar Ngeni. Saat ini, tugu peringatan itu masih kinyis-kinyis karena baru dilakukan pengecatan sehingga mempercantik pemandangan di pertigaan pasar. Jarak terdekat adalah melintas hutan Jati dari Sutojayan ke selatan.
Minggu, 22 Januari 2012
Rabu, 21 September 2011
Monumen Potlot
Prasati Monumen Potlot
(1) Tugu peringatan pemberontakan PETA Blitar melawan pendjadjah Jepang ini diresmikan pada tahun 1946 oleh Bapak TNI Djendral Soedirman.
(2) Di tempat ini pula bendera sang Merah Putih untuk pertama kalinja dikibarkan oleh Shodancho Parto Hardjono dalam detik2 pemberontakan sedang bergolak pada tanggal 14 Pebruari 1945.
Monumen PETA Blitar
Momunen PETA Blitar
Di tempat ini, pada tanggal 14 Februari 1945 tepat pada jam 02.30 dini hari berdentumlah suara mortir yang pertama sebagai tanda dicetuskannya pemberontakan tentara PETA Blitar dibawah pimpinan Shodancho Soeprijadi melawan penjajah Jepang. Bersama dengan gerakan pasukan tersebut, pada jam 04.00 dikibarkanlah bendera pusaka merah putih ditiang bendera lapangan apel tentara PETA yang terletak di seberang markas daidan.
Pada 14 Februari 1998, pembangunan Monumen PETA Blitar diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur M Basofi Soedirman. Monumen ini terletak di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar di wilayah Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan.
Langganan:
Postingan (Atom)
