Tampilkan postingan dengan label hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hutan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2019

Rambut Monte dan Alas Pinus Loji Lereng Kelud


Nggak terasa hampir dua tahun coretan ringan di blog ini tidak terisi. Terakhir, Minggu, 14 Januari 2018, saat ada event Bhayangkara Adventure 2018 yang melintasi kawasan Lereng Gunung Kelud di wilayah Gandusari. Kebetulan jalurnya lewat sebelah pekarangan jadi bisa ngintip keseruan para petualang melewati salah satu tantangan yang disebut warga Jurang Dongki. Kebetulan saat ini lagi menikmati momong anak-anak dan jarang blusukan ke lokasi wisata atau lokasi seru lainnya di Blitar Raya. 

Apakah mulai pensiun dolan ngeluyur Blitar Raya? Tentu tidak! Hanya kini kalau kebetulan ada waktu luang dan kepingin bangettttt keluar sama istri dan anak-anak. Selain itu juga agak lupa kalau punya blog ini dan akhirnya tidak masuk blog ini. Ahahah. Akhir-akhir ini juga lebih banyak coret-coret tulisan ringan yang dikumpulkan dalam satu file. Lagi belajar menulis buku tentang hal-hal ringan seputar Blitar Raya. Agustus lalu, kelar satu buku sederhana perjalanan 111 hari pertama Mas Rasyid sekolah. Dan semoga terus berlanjut ke buku-buku lainnya.


Dan akhirnya agar tidak lupa jika pernah punya blog, hasil ngeluyur tipis-tipis Rabu, 25 Desember 2019, kemarin bersama anak dan keponakan dari Nganjuk saya titipkan lagi di blog. Kebetulan pas menikmati kesejukan di Rambut Monte, Desa Krisik, dan Hutan Pinus Loji Lereng Kelud, Desa Tulungrejo. Keduanya berada di Kecamatan Gandusari, tak jauh dari rumah. Semoga tidak lupa lagi jika pernah punya blog. Selamat membaca :)



Rabu, 19 April 2017

Ngisis Hutan Pinus Gogoniti


Tempat wisata Hutan Pinus Gogoniti, ini baru dirintis sekitar dua bulan lalu. Meski masih dalam tahap penyempurnaan, setiap hari kawasan di Lereng Gunung Gogoniti, yang berada di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, ini sudah ramai didatangi pengunjung. Hawa sejuk di antara pohon pinus menjadi salah satu suguhan alam yang ditawarkan. Selain itu, juga ada ranjang gantung yang ada di beberapa titik dan gardu pandang untuk menikmati pemandangan di sekitarnya. Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dari pertigaan barat SPBU Kesamben, silakan ke utara menyusuri Desa Pagerwojo, Desa Tepas dan kemudian Desa Kemirigede. Dari pertigaan masjid desa, silakan masuk ke kiri dan papan petunjuk sudah ada hingga mencapai lokasi. Jarak dari Kesamben sekitar 11 km dan bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Saat ini, tiket masuk masih gratis dan hanya cukup memasukkan dana parkir sukarela.



Selasa, 17 Juni 2014

Wana Wisata Maliran


Wana Wisata Maliran, Ponggok, yang pernah menjadi primadona wisata alam di Blitar Raya harus kembali bangkit. Kembalikan kejayaanmu seperti pertengahan tahun 2000-an dulu, agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke wisata alam ini. Sungguh sayang, potensi wisata penangkaran rusa yang dimiliki tidak tergarap dengan maksimal. Jika bisa, bangun fasilitas pendukung dan lingkungan yang nyaman agar Wana Wisata Maliran kembali menjadi jujugan wisatawan. Semangat untuk pengelolanya, semoga terus berkarya!!!

Sabtu, 08 September 2012

Wuik,.Randu Alas, Besar Sekali


Randu Alas

Pohon Randu Alas, adalah pohon raksasa yang dimiliki oleh Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, selain Pantai Pangi dan Goa Embultuk. Randu Alas adalah sebutan masyarakat setempat terhadap pohon dengan nama latin Ceiba Pentandra ini. Umur pohon raksasa ini diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun, sejak perkampungan di Blitar Selatan ini masih berupa hutan lebat. Saat ini, pohon raksasa ini menjulang tinggi di pinggir perkampungan. Ukurannya, batang bawah berdiameter sekitar 5 meter dan tinggi mencapai 30 meter. Di desa itu, pohon raksasa itu merupakan satu-satunya. Lokasinya tak jauh dari Kantor Desa Tumpakkepuh, sekitar 35 km ke selatan dari pusat Kota Blitar. Dari kantor desa langsung ke selatan sekitar 100 meter kanan jalan.