Sabtu, 11 Juni 2016

Masjid Baiturrohim (03)


Masjid Baiturrohim ini berada di Dusun Banjarsari, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu. Diperkirakan dibangun pada pertengahan 1800-an, oleh Kiai Yahya asal Salatiga, Jawa Tengah, yang awalnya berupa musala kecil. Kala itu, masjid ini menjadi jujugan Salat Jumat di wilayah Udanawu, karena saat itu belum ada masjid dan pondok pesantren yang berdiri di wilayah Udanawu. Tidak ada catatan pasti terkait pembangunan tempat ibadah ini, namun pada 1890 masjid sudah berdiri kokoh dan bertahan hingga saat ini. Diperkirakan Kiai Yahya, merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang menyebar ke wilayah Blitar, pada rentang 1825-1830. Sebab, dulu sebelum 1965 tempat ini di kelilingi sekitar 5-6 pohon sawo yang merupakan ciri-ciri bangunan tempat ibadah yang dibangun oleh pengikut Pangeran Diponegoro.

link FB: Masjid Baiturrohim

Jumat, 10 Juni 2016

Musala At Taqwa (02)


Musala At Taqwa berada di lokasi agak tersembunyi, karena berada di belakang rumah Bapak Damanhuri. Musala yang menjadi saksi perkembangan Islam di Dusun Darungan, Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, ini dibangun oleh H. Khadir pada 1920 silam. Setelah 96 tahun berdiri, Musala At Taqwa masih dihidupkan oleh keluarga dan masyarakat sekitar hingga saat ini. Meski bangunannya sederhana, musala ini masih berdiri dengan kokoh.

link FB: Musala At Taqwa

Kamis, 09 Juni 2016

Musala Baitul Amin (01)


Musala Baitul Amin dengan ciri khas menara menjulang ini berada di Dusun Centong, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. Pertama kali dibangun pada 1928 silam oleh H. Amin. Selain sebagai tempat ibadah, musala ini juga menjadi pusat penggemblengan pemuda pejuang melawan penjajah Belanda dan Jepang. Musala ini masih berdiri kokoh hingga saat ini setelah 88 tahun dibangun.