Ujung timur Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, tepatnya di Dusun Sidorejo, masih tersimpan deretan pantai yang masih sangat alami. Warga menyebutnya Pantai Banteng Mati Kulon dan Wetan. Lokasinya berjarak sekitar 5 km dari Pantai Tambakrejo, namun keberadaannya masih kurang dikenal. Sebab, memang menuju lokasi ini akses jalannya masih apa adanya, yakni berupa jalan makadam dan jalan tanah, yang biasa dilintasi truk pemanen tebu setelah keluar dari perkampungan. Lebih cocok jika menuju lokasi ini menggunakan trail. Pantai ini juga kurang dikenal karena memang tidak pernah dipromosikan secara resmi. Paling hanya dari mulut ke mulut atau menyebar melalui medsos, jika ada yang baru berpetualang ke pantai ini.
Ku persembahkan karya kecil ini untuk Blitar Raya, semoga bermanfaat. Blog ini berisi tentang hal menarik di seputar Blitar Raya. Dengan wilayah 25 kecamatan kabupaten/kota, tentu sangat banyak hal menarik yang bisa dinikmati. Untuk itu karya sederhana ini hadir dan Insya Allah masih terus berkarya, karena masih banyak tentang Blitar Raya yang bisa dituliskan di sini. Tunggu karya berikutnya. AKU BANGGA JADI WONG BLITAR [ocehan si Ndanden]
Senin, 28 September 2015
Minggu, 27 September 2015
Pantai Kresek Pesona Tersembunyi Tambakrejo
Tetangga Pantai Tambakrejo, ini masih kurang dikenal oleh wisatawan. Lokasinya berada di Dusun Sidorejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Untuk mencapai bibir pantai, jalur utama dari Kota Blitar searah dengan Pantai Tambakrejo. Setelah tiba di pertigaan masjid (pohon beringin) selatan kantor kepala desa silakan belok ke kiri (arah timur). Dari pertigaan ini perjalanan masih tersisa sekitar 5 km, yakni 3 km menyusuri jalan kampung, dan 2 km menyusuri jalan makadam, rabat beton, dan jalan tanah, yang biasa dilalui truk pengangkut panenan tebu. Jalan makadam ini bisa ditemukan setelah melewati perkampungan di tengah ladang, atau sebelum kampung Sidorejo. Jika masih ragu, silakan tanya kepada warga setempat. Asalkan sopan, warga dengan senang hati memberikan petunjuk. Akses 2 km terakhir bisa ditempuh dengan sepeda motor atau mobil off road, karena medannya naik turun yang terjal. Ketika menyusuri jalan makadam ini akan menemui pertigaan utama, yang ke kanan jalur menuju Pantai Kresek dan ke kiri menuju Pantai Banteng Mati Wetan dan Banteng Kulon. Pada jalur kanan, selain Pantai Kresek yang masih alami, pendolan hahaha (pengunjung) bisa menikmati genangan air cekungan yang disebut warga sebagai Kedung Markinik, katanya dulu merupakan lahan milik Mbah Markinik. Selain itu, di sisi barat tak jauh dari Pantai Kresek adalah sebuah ceruk yang disebut warga Selok Tinggi, dinding batuan yang lokasinya tersembunyi dan sepi. Ketika menikmati keindahan alam yang masih alami ini, warga berpesan agar hati-hati, tidak mandi di laut, dan jangan tinggalkan sampah.
Sabtu, 29 Agustus 2015
Sabtu, 22 Agustus 2015
Pawai Kebangsaan Kutho Blitar
Pawai kebangsaan di Kota Blitar, tadi siang berlangsung meriah. Berbagai potensi yang dimiliki Kota Blitar, disuguhkan oleh para peserta karnaval dalam peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI. Rute pawai tadi siang, mulai dari halaman kantor wali kota di Jalan Merdeka - Teratai - Mastrip - TGP - Panglima Sudirman - Ir Soekarno - Moh. Hatta, dan berakhir di PIPP atau parkiran Makam Bung Karno. Antusias masyarakat sangat tinggi, sebab sejak siang hari sudah memadati beberapa ruas yang bakal dilintasi peserta karnaval.
Senin, 17 Agustus 2015
Dirgahayu Indonesia-ku
Detik-detik Kemerdekaan RI diperingati dengan penuh khidmat di Alun-alun Kota Blitar, oleh seluruh instansi dari Blitar Raya. Selain upacara pengibaran bendera Merah Putih, agenda dilanjutkan dengan pementasan drama kolosal Pemberontakan PETA Blitar, yang terjadi 14 Februari 1945, oleh Sudanco Soeprijadi dan rekan-rekannya. Selain itu, juga ada ziara nasional yang dilaksanakan di TMP Raden Wijaya, dan Makam Bung Karno. Sore hari rangkaian agenda diakhiri dengan upacara penurunan bendera.
Langganan:
Postingan (Atom)


