Sabtu, 04 Agustus 2012

Satryoko, Pelukis 22 Lukisan Bung Karno Berbahan Pasir

Pengagum BK : Satryoko dengan lukisan BK karyanya.

Biar Hasilnya Beda, Ambil Pasir di  7 Tempat 

Bentuk penghormatan atas jasa-jasa Presiden pertama RI Soekarno, terhadap bangsa Indonesia, bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan seniman Blitar, Satryoko, 30, asal Desa Sukorame, Kecamatan Binangun ini. Dalam Haul ke-42 Bung Karno (BK) kemarin, dia melukis 22 lukisan Sang Proklamator dengan bahan pasir.

Yanu Aribowo, Blitar

Sebagai wujud kecintaan warga negara terhadap Bapak bangsa Indonesia, ini bisa ditunjukkan melalui berbagai hal positif. Salah satunya melalui seni lukis. Sejak Selasa (19/6) lalu di halaman Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Kota Blitar, Satryoko menggelar pameran tunggal lukisan Bung Karno. Ada 22 lukisan yang dipamerkan di akses utama menuju perpustakaan tersebut. Setiap hari tak sedikit pengunjung dari berbagai kota yang menyempatkan untuk melihat hasil karya Satryoko. 

Jumat, 03 Agustus 2012

Ulat Hongkong, Si Kuning yang Menjanjikan


Si Kuning yang Menjanjikan 

BLITAR – Bagi pencinta burung berkicau, khususnya yang pemakan ulat, tentu tidak asing lagi dengan ulat Hongkong. Meski agak menjijikan, namun ternyata prospek bisnis ulat ini cukup menjanjikan. Bahkan pangsa pasar ulat ini cukup bagus dan luas, mulai Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Inilah yang membuat beberapa warga tertarik untuk membudidayakan ulat dengan nama lain meal worm atau yellow meal worm ini. Seperti yang dilakukan beberapa warga di Kelurahan Satriyan, Kecamatan Kanigoro. Beberapa tahun terakhir, budidaya ulat sudah menjadi salah satu penghasilan yang menjanjikan, khususnya bagi warga yang memahami peluang usaha tersebut. Di kelurahan tersebut setidaknya ada empat warga yang menggantungkan penghasilan dari penjualan hasil budidaya ulat, mulai ternak hingga pengepulan untuk didistribusikan ke beberapa kota di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. 

Kamis, 02 Agustus 2012

Mampir Pisan Candi Wringinbranjang


Candi Wringinbranjang

Mencari keberadaan candi ini sangat mudah, yakni berada di depan Candi Gunung Gedang, atau sekitar 100 meter. Sebab lokasi kedua candi ini sangat berdekatan, jadi jika ingin berkunjung ke candi  yang ada di lereng Gunung Gedang ini sekalian saja,.hehehe. Candi ini memiliki bentuk yang unik, yakni berbentuk persegi dengan atap lancip. Sekilas bangunan candi ini seperti rumah sederhana. Ukurannya sendiri sekitar 4x3 meter dengan tinggi sekitar 5 meter. Dengan bagian depan, ada pintu masuk dengan ukuran sekitar 2x1 meter. Sedangkan pada bagian depan dinding candi terdapat relief binatang dan ada beberapa lubang angin di dindingnya.

Rabu, 01 Agustus 2012

Mampir Candi Gunung Gedang


Candi Gunung Gedang

Cuaca panas saat Ramadan memang enak buat mampir di Candi Gunung Gedang, yang berada di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari. Lokasi candi yang berada di tengah hutan pinus ini sangat sejuk untuk beristirahat di tengah aktivitas siang hari yang panas. Itu jika memang ada aktivitas di wilayah Gandusari. Candi Gunung Gedang adalah candi peninggalan Kerajaan Majapahit, sekitar abad 14 M. Untuk menuju lokasi candi yang berada di lereng Gunug Gedang, rute yang ditempuh tidaklah sulit. Dari Kantor Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, hanya berjarak sekitar 5 km ke utara. Dari perkampungan terakhir, yakni Dusun Rejokaton, Desa Sumberagung, hanya berjarak sekitar 1,5 km dengan jalan tanah, yang melintasi perkebunan tebu dan hutan mahoni. Silakan mengikuti rute jalan tanah yang sudah ada atau bertanya kepada warga setempat, karena lokasi candi mudah ditemukan. Sebelum mencapai Candi Gunung Gedang, pengunjung terlebih dahulu menemukan Candi Wringinbranjang, yang berada di pinggir hutan pinus.

Kamis, 19 Juli 2012

Lukisan Raksasa Bung Karno masuk MURI


Akhirnya Bisa Masuk MURI

Ratusan warga Blitar, Jawa Timur, Rabu (18/7) mengkirab piagam MURI lukisan raksasa Bung Karno keliling Kota Blitar. Hal itu setelah lukisan raksasa Bung Karno ukuran 22 x 10 meter yang dibuat dalam rangka peringatan hari lahir Bung Karno, 6 Juni lalu lolos rekor MURI. Kirab dimulai dari halaman Istana Gebang, dimana lukisan raksasa itu dibentangkan sejak 6 Juni lalu. Tak hanya itu, ratusan peserta kirab juga berhenti di Makam Bung Karno untuk melakukan doa bersama. Selanjutnya piagam dan replika lukisan kembali dikirab menyusuri jalan protokol di Kota Blitar. Perlu diketahui, dalam piagam penghargaan MURI itu lukisan yang diprakasai Paguyuban Masyarakat Gebang Kidul (Bangkid) itu masuk rekor lukisan tertinggi dalam rekor MURI. Selain kirab piagam, di Istana Gebang juga digelar tasyakuran atas lolosnya lukisan tersebut dalam rekor MURI.