Ada yang unik pada saat pemugaran
makam Bung Karno di Blitar tahun 1979. Suguhan makan siang bukan aneka
hidangan lengkap dalam formasi prasmanan, melainkan nasi pecel. Usut
punya usut, semasa hidup, setiap pulang ke Blitar, Bung Karno tidak
pernah lupa makan pecel. Bahkan, ketika ia sudah menjadi presiden pun,
kebiasaan itu tidak pernah hilang.
Ku persembahkan karya kecil ini untuk Blitar Raya, semoga bermanfaat. Blog ini berisi tentang hal menarik di seputar Blitar Raya. Dengan wilayah 25 kecamatan kabupaten/kota, tentu sangat banyak hal menarik yang bisa dinikmati. Untuk itu karya sederhana ini hadir dan Insya Allah masih terus berkarya, karena masih banyak tentang Blitar Raya yang bisa dituliskan di sini. Tunggu karya berikutnya. AKU BANGGA JADI WONG BLITAR [ocehan si Ndanden]
Kamis, 10 Mei 2012
Sabtu, 05 Mei 2012
Mengenal Badugol, Blitar Asli Durian Gogolatar
Foto: yanu aribowo/radar blitar
Varietas Unggul: Supriyanto berada di kebun duriannya di Lingkungan Gogolatar, Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun
Musim durian telah lewat. Blitar sendiri ternyata memiliki durian asli, namanya Badugol. Jenis durian ini dinobatkan sebagai king of fruits (raja durian). Seperti apa? Berikut laporannya.
Yanu Aribowo, Blitar
Durian jenis Badugol sendiri menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kabupaten Blitar. Sebab, durian ini asli varietas dari Blitar. Durian jenis ini memang berasal dari Lingkungan Gogolatar, Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun. Nama Badugol sendiri juga diambil dari singkatan kata Blitar Asli Durian Gogolatar (Badugol). Keistimewaan kualitias durian ini juga diakui dalam Festival Durian se-Jawa Timur pada tahun 1 Maret 2010 lalu di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur di Malang. Badugol saat itu dinobatkan sebagai Raja Durian.
Senin, 09 April 2012
Suhendro Winarso, Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar yang Juga Pedalang
Foto: yanu aribowo/radar blitar
PECINTA WAYANG: Suhendro Winarso memainkan wayang di sanggar di rumahnya kemarin.
Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Suhendro Winarso, 36, masih menyisakan waktu menyalurkan naluri berkeseniannya. Bapak tiga putri ini piawai memainkan wayang kulit. Berikut laporannya.
Yanu Aribowo, Blitar
Banyak orang mengira jika pria asal Lingkungan Karanganom, Kelurahan/Kecamatan Nglegok ini sosok pribadi yang keras. Namun dugaan itu tidaklah benar. Memang dilihat dari mimik wajahnya mengisyaratkan orangnya keras dan kaku. Tapi kenyataannya bertolak belakang dengan apa yang dikira selama ini. Suhendro Winarso sangat sumeh alias ramah. Itulah yang diungkapkan Suhendro atas persepsi seseorang, saat dikunjungi Radar Blitar di kediamannnya kemarin. Pembawaannya mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Dan sikap itu juga yang dibawanya dalam penyaluran hasrat berkesenian. Dia bergelut dengan pecinta kesenian khususnya wayang kulit, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Minggu, 08 April 2012
Brigadir Cahya Suryaningtyas, Anggota Polres Blitar yang juga Dalang
Yanu aribowo/radar blitar
BELAJAR DARI AYAH: Ki Cahyo Tatit saat pentas peringati HUT ke-65 Bhayangkara kemarin malam.
Aktivitas Brigadir Cahya Suryaningtyas tidak melulu berurusan dengan penanganan kejahatan. Tapi, anggota Satreskrim Polres Blitar memiliki skill dalam pedalangan. Berikut laporannya.
Yanu Aribowo, Blitar
Bagi Ki Cahyo Tatit, nama panggung Cahya Suryaningtyas, menjadi anggota Polri dan dalang bukan beban, apalagi saling bertolak belakang. Malah dalam pemikirannya, menjalani dua profesi itu bisa memberi kepuasan batin tersendiri. Menjadi polisi, dia dituntut untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Begitu juga menjadi dalang. Dia juga melayani masyarakat dalam lingkup yang berbeda yakni menghibur masyarakat.
Kamis, 05 April 2012
Lukisan Bung Karno 22 x 10 meter
![]() |
| foto istimewa panitia |
Tanamkan Nasionalisme, Buat Lukisan Bung Karno
BLITAR – Banyak cara bisa dilakukan untuk menanamkan nasionalisme dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Salah satunya seperti yang dilakukan warga yang tergabung Paguyuban Masyarakat Gebang Kidul (Bangkid), Kelurahan Sananwetan, Kota Blitar. Mereka bakal membuat lukisan Bung Karno dalam ukuran raksasa, atau sekitar 22 x 10 meter. Bisa jadi ini bakal menjadi lukisan Bung Karno terbesar yang pernah ada.
Langganan:
Postingan (Atom)


