Minggu, 23 September 2012

Khoul ke 55...Penemu Ikan Mujair


Mbah Mudjair, semoga jasamu selalu dikenang

Inilah pria asal Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, yang memiliki jasa besar bagi dunia perikanan saat ini. Siapa yang tak kenal dengan ikan Mujair, namun sangat sedikit yang mengenal siapa pria dengan nama Mudjair yang lahir pada tahun 1890 silam ini. Bahkan ada yang berkomentar, kok namanya mirip ikan Mujair. Hehehehe,,.karena beliau memang penemu ikan Mujair 76 tahun silam. Tahun ini untuk peringati jasa penemu ikan Mujair, masyarakat Desa Papungan, gelar Khoul ke 55 tahun Mbah Mudjair. Beliau sendiri meninggal pada 7 September 1957. Acara sederhana ini digelar sederhana di kompleks makam beliau, di pemakaman umum Desa Papungan. Minggu, 23 September 2012 sekitar pukul 13.00, tokoh masyarakat dan warga yang tergabung dalam Paguyuban Peduli Mudjair-Blitar, meramaikan acara sederhana ini. Tujuannya tak lain untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan sang pelopor untuk membentuk masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Ikan Mujair ditemukan pada 25 Maret 1936 di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo. Saat itu, Mbah Mudjair yang sedang ada kegiata di Pantai Serang, menemukan sejumlah ikan di cekungan karang. Ikan tersebut lantas dibawa pulang ke rumahnya. Untuk dapat membudidayakan ikan laut menjadi ikan air tawar itu, Mbah Mudjair melakukan sebanyak 11 kali perjalanan dari Pantai Serang menuju Desa Papungan. Hingga akhirnya dari upaya budidaya itu berhasil hidup dua pasang ikan air tawar dan berkembang hingga saat ini.

Pada tanggal 6 April 1965, Mbah Mudjair mendapatkan piagam penghargaan sebagai nelayan pelopor dari Departemen Perikanan Darat/ Laut Republik Indonesia, pada era Menteri Perikanan Laksamana Muda Laut Hamzah Atmohandojo. Penganugerahan itu tak lain karena kiprah Mbah Mudjair semasa hidupnya yang konsisten dalam membudidayakan di Desa Papungan. Dalam piagam itu juga disebutkan, Piagam Nelayan Pelopor (anumerta) diberikan "sebagai nelajan pelopor jang berprakarsa dan berusaha menternakkan djenis2 ikan dan berhasil menemukan djenis baru jang sangat baik dan jang diberikan nama 'ikan mudjair' seperti nama penemunja dan demikian telah memberikan suri tauladan kepada masjarakat di dalam membentuk suatu masjarakat sosialis Indonesia jang adil dan makmur"




  






1 komentar:

  1. Jian.. cocok. Tas madang lawuh iwak mujaer kimau. Matur suwu mbah..

    BalasHapus